13
Oct
07

NYELIP KAYAK KANCUT

Beberapa waktu lalu saya kebetulan sedang bawa mobil sepulang mengantar orang tua yang hendak tamasya ke Bandung sama tetangga-tetangga komplek. Hari masih pagi, tapi ini hari kerja dan di Jatiwaringin Raya, pukul 7 pagi sama saja dengan macet total.

Jadi saya merokok di mobil dan ‘take it easy’. Saya pasang iPod (karena tape rusak) dan mencoba menikmati kemacetan dengan lagu-lagu yang menenangkan.

Di lampu merah Pangkalan Jati, lalu-lintas rusuh seperti biasa. Lebih rusuh lagi karena Pangkalan ini juga jadi terminal untuk angkot dan bajaj. Nggak ada yang mau mengalah dan walaupun lampu sedang merah, kendaraan tetap mendesak maju. Posisi mobil saya di zebra cross, dan saya nggak mau maju waktu lampu menyala merah. Di depan jalur menyempit sehingga saya didesak sepasang bis di kiri dan kanan saya. Mobil-mobil di belakang mulai klakson. Di saat-saat seperti ini saya mematikan iPod sejenak supaya bisa lebih konsen ke jalan.

Klakson tetap terdengar dari belakang, dan pelan tapi pasti dari kiri dan kanan belakang saya. Saya tetap tidak mau maju sampai lampu berubah hijau. Dari spion saya melihat kalau belakang saya adalah mikrolet, sopirnya melongokkan kepala keluar dan saya bisa sayup-sayup mendengar dia teriak-teriak, “Woi! Buruan, ng&*$ot!”

Tiba-tiba sebuah sepeda motor memaksa nyelip di kanan mobil. setangnya menyenggol kaca spion saya sampai belok ke depan. Saya membuka pintu dengan keras sampai dia terjepit di antara dua mobil. Saya ambil kunci inggris dari bawah jok dan menghajar pengendara motor itu di kaca helmnya sampai hancur, lalu saya menunggu sampai kesempatan datang lagi untuk menghajarnya di tempat yang sama.

Dia jatuh, terus ketiban motornya yang masih nyala. Motor bebeknya masih menyala dan ban belakang yang menimpa kaki kanannya berputar-putar di gigi satu. Saya ambil setang dan memutar gasnya sampai ban belakangnya menggesek kaki orang itu. Dia menjerit-jerit dan menggeliat panik.

Kemudian saya tendang selangkangannya dengan kaki kanan, terus dengan kaki kiri. Terus saya hajar selangkangan itu dengan kunci inggris. Orang itu tidak bergerak lagi. Saya kempeskan kedua ban motornya dengan pisau lipat saya, ambil kunci motornya dan melemparkannya ke Kalimalang.

Saat itu lampu berubah hijau. Saya menoleh dingin ke si supir Mikrolet. Kepala yang dia longokkan keluar perlahan-lahan ditariknya mundur dan dia duduk rendah sekali di belakang kemudi. Saya naik lagi ke mobil dan sekarang berjuang menembus kemacetan, mumpung masih hijau, sambil dengerin iPod…Macet




3 Responses to “NYELIP KAYAK KANCUT”


  1. 1    monet October 17, 2007 at 2:43 am

    okay, now you really scare the shit out of me, hehehe…

  2. 2    monet October 17, 2007 at 2:44 am

    okay, now you really scare the s*** out of me, hehehe…

  3. 3    Leo Nara January 9, 2008 at 3:09 am

    iih kamu sadis…

Leave a Reply