Semakin saya dewasa, semakin saya perhatikan betapa berat beban yang harus ditanggung setiap orang… Dan kadang-kadang beban itu tumpah dan turut membebani orang lain… Atau kadang-kadang malah beban itu tidak tumpah namun terus menumpuk dan akhirnya menjadi terlalu berat…
Dan kamu akan kehilangan arah, dan menjadi gila…
Kamu mungkin gila, tapi kamu nggak istimewa, soalnya ORANG KAYAK KAMU BANYAK. Jadi nggak ada salahnya kalau kamu memikirkan orang-orang lain yang sudah jadi gila juga…
Ini bukan soal berbuat benar. Ini soal berbuat yang sepantasnya, dan itu bisa dimulai dari hati. Itu bisa dimulai dengan menyingkirkan diri kamu sendiri dari dalam hatimu; dengan demikian akan tersisa ruang yang sangat besar untuk banyak sekali orang lain.
Kamu nggak istimewa. Kamu cuma sebutir pasir di dasar lautan yang nggak berhak mengeluh. Dan kalau arus membawamu, tengok ke sekeliling dan saksikan betapa banyak yang ikut terbawa bersamamu; dan tengok betapa mereka tak ada bedanya denganmu. Mereka juga cuma sebutir pasir di lautan luas; butiran-butiran yang butuh bantuan kamu supaya menjadi lebih berat dan turun kembali ke dasar lautan.
Nggak ada salahnya kan? Kalau kamu membantu orang lain, perhatikanlah: betapa ternyata kamu juga membantu diri kamu sendiri.
p.s. Berikut - kira-kira - adalah apa yang mungkin kamu katakan ke saya setelah baca ini:
“Jangan sembarangan ngomong! Kamu nggak tau apa yang kamu bicarakan! Kamu nggak akan bisa ngerti gimana rasanya jadi saya! Hidup saya rumit! Hidup saya sulit! Saya orang paling sengsara di dunia ini bla bla bla bla…”
Kalau saya menyinggung kalian, saya minta maaf. Tapi, jujur saja, saya cuma mencoba membuat diri saya dan orang lain untuk bercermin. Ada 3 jenis bercermin: 1> Untuk mengagumi diri, 2> Untuk mempercantik diri, atau 3> Sekedar untuk bercermin. Saya pingin kita melakukan yang terakhir atau setidaknya yang kedua. Tapi Blog ini saya tujukan untuk mereka yang punya tujuan no. 1.
Welcome to this inconvenient truth. Good luck, guys.
0 Responses to “ORANG KAYAK KAMU BANYAK”
Leave a Reply