Di saat-saat seperti ini, saya sering berharap saya bisa lebih banyak meluangkan waktu untuk mencatat hal-hal penting yang saya lakukan dalam hidup saya. Di saat-saat seperti saya sering berpikir kalau ini sesuatu yang ingin saya ingat di kemudian hari. Di saat-saat seperti ini saya tahu saya sedang melalui sesuatu yang penting yang tidak rela saya lupakan.
Karena sekarang saya anak kos…
Kalau tidak salah tanggal, sejak 9 Oktober saya menyewa sebuah kamar 2×3m di Jl. Gereja, Cilandak. Sewanya cukup menyenangkan untuk saya, mengingat sudah termasuknya cuci-seterika setiap hari, listrik dan dibebaskannya pemakaian alat-alat dapur. Ibu pemilik tempat kos juga orangnya santai dan baik. Sayangnya di situ ada dua ekor anjing yang nggong-nggongnya berisik banget karena belum kenal saya. Nama mereka Baron dan Owen.
Kamarnya sendiri nggak terlalu istimewa. Ukurannya 2,2m x 3m dengan dinding biru muda yang sudah kotor, memudar dan di satu sisi dihiasi rembesan yang parah. Pintu kayunya punya kunci yang mantap dan di sebelahnya ada jendela kecil yang di-korden-i taplak. Iya taplak! Saya akan menggantinya nanti. Perabotan yang saya dapatkan adalah sebuah kasur busa yang sudah bulukan, lemari pakaian yang masih bagus dan sebuah rak rotan yang tinggi dan (menurut saya) berbentuk aneh. Waktu itu saya berpikir kalau saya ada rezeki lebih, saya akan menggantinya dengan rak kayu Carrefour seperti yang saya gunakan di rumah.
Kamar itu nggak langsung saya tempati dan saya memang nggak berniat begitu. Pertama-tama saya belanja dulu. Daftar saya nggak panjang karena memang kalau panjang-panjang juga, nggak bakal muat di kamar itu. Hahaha… Yuni berbaik hati menemani saya ke Carrefour untuk ini. Kalau nggak salah Jumat malam kemarin, tanggal 10 Oktober. Barang terbesar yang saya beli adalah bantal, dan yang termahal adalah kabel gulung. Saya juga berencana nyari kipas angin dan lampu meja, tapi di sana nggak ada model yang saya suka. Selesai belanja, semua belanjaan itu cuma saya taruh di kamar terus saya tinggal.
Besoknya, hari Sabtu tanggal 11 saya rencanakan untuk jadi malam percobaan menginap, karena Minggu paginya saya berencana pergi bareng Yuni buat cari seprai ke Tangerang. Katanya di sana bagus-bagus dan murah.
Jadilah malam itu saya tidur pertama kali di tempat kos. Waktu sampai sudah hampir tengah malam, dan saya digonggongi Baron dan Owen. Saya merasa nggak enak dan mencoba masuk secepatnya. Tapi saya nyangkut di pintu kecil yang menuju ke samping belakang, dan mengira gerendel bawahnya yang nggak terjangkau tangan saya itu, dipasang dari dalam. Saya kesal setengah mati, dan setengahnya karena takut terdampar di luar sampai pagi. Tapi saya memutuskan mencoba lagi. Ternyata pintu itu cuma seret di bagian bawahnya. Saya memasukkan motor dan langsung naik ke kamar.
Karena belum ada kipas angin, saya membuka jendela kecil saya dan tidur tanpa baju. Tetap kepanasan, dan malam itu saya sangat restless. Maka walaupun saya sudah mematikan lampu tepat tengah malam, saya baru bisa tidur jam setengah lima. Dalam rentang waktu itu, saya bolak-balik ke kamar mandi di luar tiga kali, dan menyalakan lampu sekali buat menghabiskan roti manis dan iseng memotret kamar. Kasur busa itu tidak nyaman dan bikin sakit punggung. Gatal pula!
Tapi ajaibnya, saya bisa bangun jam setengah delapan pagi, sarapan seadanya dan pergi ke tempat kos Yuni. Di hari Minggu 12 Oktober itu, kami naik mobil ke daerah Cipulir dan berbelanja seprai. Saya dapat dua set berwarna abu-abu dan hijau mint. Sepulangnya dari situ, Edmond dan Aldi, teman-teman kampus kami juga, datang dan membantu saya mengecat dinding kamar dengan sisa cat yang digunakan untuk melapisi dinding kamar kos Yuni. Warnanya biru pastel dan segera setelah selesai, kamar itu tampak lebih cerah dan saya menjadi lebih bersemangat untuk kelak menempatinya full-time. Di sore sampai malam di hari itu, kami bersenang-senang dengan cat tembok biru pastel, kuas, paint roller, teh kotak dan Coca-cola!
Tapi malam itu lagi-lagi saya nggak tidur di situ dulu. Sekalian memberi waktu agar aroma cat bisa memudar, saya akan meninggalkannya sementara karena dari tanggal 14 sampai 20 Oktober 2008, saya akan pergi liburan ke Lombok. Sekembalinya nanti, saya akan menambahkan kamar saya dengan kipas angin, lampu baca, cermin, jam dinding, kursi kerja dan sebuah meja gambar. Doakan saya ya. Semangaaat!
p.s. Nantikan travel blog saya tentang liburan saya di Lombok!!!
Recent Comments