Author Archive for angkasa-db

14
Feb

February 14th, 2009

To that special someone,

 

I miss your smile,

I miss your laughter,

I miss your eyes,

I miss our lunches,

I miss the way you walk,

I miss seeing you,

I miss watching you eat,

I miss your ring tone,

I miss hearing your voice,

I miss our quiet conversations,

I miss your stories,

I miss your wit,

I miss your quirks,

I miss your fingers, your nose, and the warmth of your skin,

I miss you everytime i look away from you.

 

But most of all I miss having you near,

and I miss the old ‘us’…

I wish I don’t have to guard what’s left of my heart from you,

but I miss having you keeping it all the same.

20
Dec

HELLO / GOODBYE

“Hello”

 

He will be charming

He will be kind

He will have success

He will have power

 

She will be charming

She will be kind

She will have success

She will have power

 

She will want him

And he will have her

She will be too wrapped up in herself, that

He will find himself wrapped up in the arms of other women

 

And for all the answers the wise men in the world has to offer

Nothing will ever be good enough until they can recognize their own shortcomings

 

They will be hurt

They will be condemned

One will be ’somewhere else’ even though the other is there in the same room

And each will actually believe it is the other’s fault

 

By then, pride will hide behind other names

And ’sorry’ is going to be a bit late

The meaning will have been lost

Or they will not even know it is there in the first place

 

“Goodbye”

07
Dec

NGE-KOS (reloaded)

Di saat-saat seperti ini, saya sering berharap saya bisa lebih banyak meluangkan waktu untuk mencatat hal-hal penting yang saya lakukan dalam hidup saya. Di saat-saat seperti saya sering berpikir kalau ini sesuatu yang ingin saya ingat di kemudian hari. Di saat-saat seperti ini saya tahu saya sedang melalui sesuatu yang penting yang tidak rela saya lupakan.

Karena sekarang saya anak kos… :)

Kalau tidak salah tanggal, sejak 9 Oktober saya menyewa sebuah kamar 2×3m di Jl. Gereja, Cilandak. Sewanya cukup menyenangkan untuk saya, mengingat sudah termasuknya cuci-seterika setiap hari, listrik dan dibebaskannya pemakaian alat-alat dapur. Ibu pemilik tempat kos juga orangnya santai dan baik. Sayangnya di situ ada dua ekor anjing yang nggong-nggongnya berisik banget karena belum kenal saya. Nama mereka Baron dan Owen.

Kamarnya sendiri nggak terlalu istimewa. Ukurannya 2,2m x 3m dengan dinding biru muda yang sudah kotor, memudar dan di satu sisi dihiasi rembesan yang parah. Pintu kayunya punya kunci yang mantap dan di sebelahnya ada jendela kecil yang di-korden-i taplak. Iya taplak! Saya akan menggantinya nanti. Perabotan yang saya dapatkan adalah sebuah kasur busa yang sudah bulukan, lemari pakaian yang masih bagus dan sebuah rak rotan yang tinggi dan (menurut saya) berbentuk aneh. Waktu itu saya berpikir kalau saya ada rezeki lebih, saya akan menggantinya dengan rak kayu Carrefour seperti yang saya gunakan di rumah.

Kamar itu nggak langsung saya tempati dan saya memang nggak berniat begitu. Pertama-tama saya belanja dulu. Daftar saya nggak panjang karena memang kalau panjang-panjang juga, nggak bakal muat di kamar itu. Hahaha… Yuni berbaik hati menemani saya ke Carrefour untuk ini. Kalau nggak salah Jumat malam kemarin, tanggal 10 Oktober. Barang terbesar yang saya beli adalah bantal, dan yang termahal adalah kabel gulung. Saya juga berencana nyari kipas angin dan lampu meja, tapi di sana nggak ada model yang saya suka. Selesai belanja, semua belanjaan itu cuma saya taruh di kamar terus saya tinggal.

Besoknya, hari Sabtu tanggal 11 saya rencanakan untuk jadi malam percobaan menginap, karena Minggu paginya saya berencana pergi bareng Yuni buat cari seprai ke Tangerang. Katanya di sana bagus-bagus dan murah.

Jadilah malam itu saya tidur pertama kali di tempat kos. Waktu sampai sudah hampir tengah malam, dan saya digonggongi Baron dan Owen. Saya merasa nggak enak dan mencoba masuk secepatnya. Tapi saya nyangkut di pintu kecil yang menuju ke samping belakang, dan mengira gerendel bawahnya yang nggak terjangkau tangan saya itu, dipasang dari dalam. Saya kesal setengah mati, dan setengahnya karena takut terdampar di luar sampai pagi. Tapi saya memutuskan mencoba lagi. Ternyata pintu itu cuma seret di bagian bawahnya. Saya memasukkan motor dan langsung naik ke kamar.

Karena belum ada kipas angin, saya membuka jendela kecil saya dan tidur tanpa baju. Tetap kepanasan, dan malam itu saya sangat restless. Maka walaupun saya sudah mematikan lampu tepat tengah malam, saya baru bisa tidur jam setengah lima. Dalam rentang waktu itu, saya bolak-balik ke kamar mandi di luar tiga kali, dan menyalakan lampu sekali buat menghabiskan roti manis dan iseng memotret kamar. Kasur busa itu tidak nyaman dan bikin sakit punggung. Gatal pula!

Tapi ajaibnya, saya bisa bangun jam setengah delapan pagi, sarapan seadanya dan pergi ke tempat kos Yuni. Di hari Minggu 12 Oktober itu, kami naik mobil ke daerah Cipulir dan berbelanja seprai. Saya dapat dua set berwarna abu-abu dan hijau mint. Sepulangnya dari situ, Edmond dan Aldi, teman-teman kampus kami juga, datang dan membantu saya mengecat dinding kamar dengan sisa cat yang digunakan untuk melapisi dinding kamar kos Yuni. Warnanya biru pastel dan segera setelah selesai, kamar itu tampak lebih cerah dan saya menjadi lebih bersemangat untuk kelak menempatinya full-time. Di sore sampai malam di hari itu, kami bersenang-senang dengan cat tembok biru pastel, kuas, paint roller, teh kotak dan Coca-cola!

 

Tapi malam itu lagi-lagi saya nggak tidur di situ dulu. Sekalian memberi waktu agar aroma cat bisa memudar, saya akan meninggalkannya sementara karena dari tanggal 14 sampai 20 Oktober 2008, saya akan pergi liburan ke Lombok. Sekembalinya nanti, saya akan menambahkan kamar saya dengan kipas angin, lampu baca, cermin, jam dinding, kursi kerja dan sebuah meja gambar. Doakan saya ya. Semangaaat!

 

p.s. Nantikan travel blog saya tentang liburan saya di Lombok!!!

27
Sep

SUPPOSE I F@#K THINGS UP…

Have you ever done anything
that you thought was for the best
then regret it afterwards?
.
Forgive me for liking you too much,
and I’ll forgive you for not liking me enough.
Forgive me for missing you so,
and I’ll forgive you for being so cold.
.
Everyone screws up eventually.
So why will you be mad at someone
for a mistake they made,
that you made once before?
.
Forgive me for the loud racing of my heart,
and I’ll forgive you for not hearing it.
Forgive me for always wanting to be with you,
and I’ll forgive you for avoiding it.
.
Don’t you think our goodbyes always come too soon?
.
Forgive me for finding you so bloody attractive,
and I’ll forgive you for not noticing.
Forgive me for not saying “I love you”,
and I’ll forgive you for pretending that you don’t already know.
.
written by Edmond Mangatur
18
Mar

STREETWISE #1

Having a bad hair day is not an excuse for being a jerk.

Having a bad hair day is an excuse for getting your hair washed, or having it cut, or whatever.

But not for being a jerk.

When you have a bad hair day, you should look in the mirror.
If you observe well, in the mirror you will sooner or later find that there’s two of you:
There’s the one that you see,
And there’s the one that you want people to see.
The one that you see is the one having a bad hair day.
I suggest you don’t take it across to the other one,
Because when you do,
No amount of justification will keep you from being so low.

07
Mar

YOUNG FOLKS - Peter Bjorn & John feat. Victoria Bergsman

if i told you things i did before
told you how i used to be
would you go along with someone like me
if you knew my story word for word
had all of my history
would you go along with someone like me

i did before and had my share
it didn’t lead nowhere
i would go along with someone like you
it doesn’t matter what you did
who you were hanging with
we could stick around and see this night through

and we don’t care about the young folks
talkin’ ’bout the young style
and we don’t care about the old folks
talkin’ ’bout the old style too
and we don’t care about our own folks
talkin’ ’bout our own style
all we care about is talking
talking only me and you

usually when things has gone this far
people tend to disappear
no one would surprise me unless you do

i can tell there’s something goin’ on
hours seem to disappear
everyone is leaving i’m still with you

it doesn’t matter what we do
where we are going to
we can stick around and see this night through

and we don’t care about the young folks
talkin’ ’bout the young style
and we don’t care about the old folks
talkin’ ’bout the old style too
and we don’t care about our own folks
talkin’ ’bout our own style
all we care about is talking
talking only me and you

and we don’t care about the young folks
talkin’ ’bout the young style
and we don’t care about the old folks
talkin’ ’bout the old style too
and we don’t care about our own folks
talkin’ ’bout our own style
all we care about is talking
talking only me and you
talking only me and you

talking only me and you
talking only me and you

27
Feb

“TERIMA KASIH”, FASTNET part 2

Saya berhutang maaf sama semua CS fastnet yg pernah saya telepon dan saya bentak2. Karena ternyata setelah didatangi teknisi, saya menemukan jawaban yang sangat simpel dr masalah koneksi internet di rumah yang saya dan keluarga alami selama lebih dari 2 bulan terakhir. Sekarang semua relatif lancar, dan saya tidak lagi rajin menelepon setiap hari dan marah-marah. Setidaknya untuk sekarang…

Tapi bukan berarti saya sepenuhnya berubah pikiran. Saya tetap beranggapan fastnet masih kurang profesional. Dari hasil kunjungan teknisi tempo hari, saya tetap beranggapan kalau semua masalah yang saya alami sampai harus ngamuk-ngamuk di telepon takkan terjadi apabila teknisi yang melakukan instalasi pertama kali bersikap profesional dan tidak ‘lupa’ menjelaskan segala hal yang penting untuk diketahui pelanggan. Suatu masalah sepele yang sebenarnya bisa terselesaikan dengan satu kunjungan teknisi saja sudah terlanjur membuat begitu banyak kerusakan yang tidak perlu, dan saya serta keluarga saya yang memakai jasa fastnet sangat dirugikan secara waktu, materi, dan terutama beban mental yang cukup besar.

Saya tidak terlalu merasa bersalah telah mengamuk sedemikian rupa selama 2 bulan terakhir karena pada akhirnya –dan awalnya– kesalahan tidak datang dari saya.

Sekali lagi, “terima kasih”, fastnet. Keep sucking up our money, gain ridiculously filthy profit and sleep soundly at night!

23
Feb

THE PLEDGE

To be read at the opening of DPS meetings:

I went to the woods because I wanted to live deliberately.
I wanted to live deep and suck out all the marrows of life!
To put to rest all that was not life.
And not, when I came to die, discover that I had not lived…

–The Dead Poets Society

21
Feb

THE MOUNTAIN

Years after I had found myself some sort of ending to a particular journey I had, I will find someone asking about it and I will find myself telling that story with poetic justice.

“What’s up?” I will hear. And I will look up accordingly. Heheh…

There was treasure atop a certain mountain, and this is what my friend will be asking about in that years to come. I will say, “It was a hard struggle to climb up that mountain. The terrain will change from friendly to harsh to downright deadly without any warning. And I slipped and slid down many times but back then I have always managed to get back up and climb again.

“When I think about it now, I can’t imagine where I got the energy or the motivation from. It is no longer relevant.”

“Yes. But what’s up there?”

“A treasure. A treasure so precious every man will fight for it whether they knew it or not, willingly or unwillingly. But after all that fight and struggle, after you’ve won or lost, you would then be faced with the ultimate truth. At least, it was truth enough for me.”

“What was it? What’s up?”

I looked up again, imagining that mountain and that struggle and that treasure, before eventually saying:

“It’s cold up there…”

14
Feb

“TERIMA KASIH”, FASTNET!!!

SELAMAT ATAS “KEMAJUAN” PELAYANAN FASTNET

Performance koneksi Fastnet saya sepanjang bulan pertama saya berlangganan sangatlah memuaskan. TEPAT setelah itu? Sama sekali mengecewakan. Kalau kamu berada di posisi saya, kamu juga akan mendapatkan kesan kalau perusahaan yang disokong oleh Lippo Group ini cuma menginginkan uang kamu. Dan saya rasa kamu nggak salah berpikir seperti itu.

1 bulan lewat 1 hari yang lalu, koneksi internet saya mendadak mati di suatu siang. Tak sampai lima menit setelah itu, dia mulai menyala kembali dengan terengah-engah. Sejak hari itu, koneksi internet di rumah saya mulai terasa melambat. Dan sejak hari itu, koneksi internet di rumah saya mulai sering putus dan semakin hari putusnya semakin lama.

Akhirnya, setelah hampir 4 bulan berlangganan, koneksi internet saya BIASANYA hanya menyala dari malam sampai pagi hari. Bila saya kebetulan bekerja di rumah di siang hari, saya tidak pernah lelah menelepon customer service, minta bantuan untuk menyalakan kembali internet saya sekaligus menegur mereka. Saya sudah pernah berbicara dengan mereka dalam berbagai mood, mulai dari marah-marah (sebagaimana mereka sudah terbiasa diperlakukan oleh pelanggan, jadi TIDAK ADA GUNANYA WALAUPUN KAMU TETAP BEBAS BERUSAHA) sampai ketawa-ketawa dengan mereka.

Customer service Fastnet benar-benar tahu cara membuat darah kamu mendidih. Mereka selalu menjawab dengan nada hafalan dari suatu guide-book tertentu tentang cara menerima telepon dari pelanggan macam apapun, mereka TIDAK PERNAH menawarkan solusi yang permanen dan mereka tahu KAMU TIDAK BISA MENYALAHKAN MEREKA karena tugas mereka cuma menjawab telepon dan membantu merestart koneksi kamu, KALAU mereka bisa.

Customer Service Fastnet, bila gagal me-restart koneksi kamu saat itu juga, akan kemudian mengumbar-umbar janji dengan bebasnya tentang bagaimana mereka akan menghubungi technical support untuk membantu kamu dengan segera. Mereka bebas mengumbar janji karena pada dasarnya mereka sudah diberitahu bahwa MEREKA TIDAK BISA KAMU SENTUH. Tapi di manakah technical support ini? Divisi ini, beserta divisi IT, benar-benar MUSTAHIL disentuh oleh pelanggan. Hanya ada satu cara untuk mencapai mereka, yaitu? CUSTOMER SERVICE!

TECH SUPPORT DAN IT FASTNET IBARAT RAJA DAN RATU DI DALAM BENTENG KOKOH YANG DIJAGA OLEH JUTAAN CUSTOMER SERVICE DI GARIS DEPAN.

Sudah beberapa kali saya menelepon customer service Fastnet dan diterima oleh CS perempuan yang punya ATTITUDE (kalau kamu dapat dia, anggap diri kamu beruntung, karena dia sama sekali nggak ‘datar’ kayak dedengkot-dedengkotnya). CS ini berbicara dengan nada yang mengisyaratkan kalau DIA TIDAK PERLU MELAKUKAN APA-APA UNTUK KAMU dan DIA SAMA SEKALI TIDAK SENANG MELAKUKAN APA-APA UNTUK KAMU. Dia akan memperlakukan kamu seolah kamu tidak tahu apa-apa tentang koneksi internet. Dia akan memperlakukan kamu seolah dia sedang membela harga diri rekan-rekan CS-nya. Dan kalau saya bisa SEKALI SAJA mendengar dengan jelas setiap kali CS yang mengangkat telepon memperkenalkan nama mereka di awal percakapan, saya pasti sudah menyebutkan nama Mbak-mbak taik kucing itu di sini.

Yang paling parah, si taik kucing ini, seperti CS lainnya, memandu saya untuk merestart modem dan komputer sambil dia pencat-pencet sembarang tombol di sana untuk “membantu” saya. Saya menurut dan menunggu. Karena komputer saya habis dipakai semalaman untuk kerja berat, proses restart itu memakan waktu lebih lama dari biasanya. Dan mendadak:

“Bapak, kalau masih lama, begitu siap nanti bapak bisa coba telepon kami kembali ya, Pak? Soalnya pelanggan yang butuh bantuan kami bukan cuma bapak.”

Saya begitu SHOCK dengan ketidakprofesionalan dan ketidak-etis-an CS brengsek ini sampai kehilangan kata-kata yang saya butuhkan untuk melabrak dia saat itu juga. Saya cuma punya cukup reaksi untuk bilang kalau restart saya saat itu sudah selesai. Tapi akhirnya dia TIDAK SANGGUP menyalakan kembali koneksi saya dan BERJANJI akan menghubungi tech support untuk membantu.

Di lain waktu, seorang CS pria dengan baik hati menawarkan supaya saya mendatangkan teknisi untuk memeriksa sinyal sambungan ke rumah saya. Tapi dari riset di internet saya sudah tahu duluan kalau teknisi TIDAK AKAN DATANG atau setidaknya baru akan datang BERMINGGU-MINGGU setelah kita memintanya dan meminta lagi dan lagi, jadi saya menolak tawaran itu. Ini masalah uang. Teknisi tahu, mereka tidak akan mendapatkan tip dengan mendatangi pelanggan yang pada dasarnya sudah kecewa dengan pelayanan Fastnet, ditambah lagi kunjungan teknisi tidak dikenakan biaya… jadi mereka tidak akan repot-repot lagi, kecuali mungkin kalau pelanggan yang menelepon cuma lima atau sepuluh menit jauhnya dari tempat mereka saat itu.

Setiap saya tanya sama CS yang manapun, bisakah sambungan saya dimonitor terus supaya saya tidak perlu capek-capek menelepon mereka lagi, mereka akan memberikan jawaban berputar-putar yang intinya mengatakan: SOLUSI YANG MEREKA TAWARKAN HANYA BERSIFAT SEMENTARA. Batas kepedulian mereka terhadap pelanggan hanya sampai apakah mereka membayar tagihan atau tidak. Itu saja.

Intinya, saya sudah terlanjur masuk ke dalam lingkaran setan mereka karena, MENURUT RISET JUGA, amat-sangatlah sulit untuk berhenti berlangganan dari Fastnet. Intinya, kalau kamu lebih beruntung dari saya, jangan pilih Fastnet kalau mau pasang internet. Janji “Unlimited Connection” dan foto orang tersenyum di iklan-iklan mereka hanyalah bullshit belaka. Bahkan sekarang saya yakin, semua foto orang tersenyum itu bukanlah penggambaran klien yang puas, melainkan penggambaran pihak Fastnet yang gembira karena telah berhasil menipu dan mengeruk uang kamu.




 

September 2009
M T W T F S S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930